Senin, 20 Juni 2011

Globalisasi

Pernahkah   kamu   mendengar   istilah   globalisasi?   Mungkin   istilah ini masih asing bagi kamu. Memang istilah ini termasuk kosakata baru. Istilah globalisasi digunakan untuk menggambarkan kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita. Adanya globalisasi memberikan pengaruh bagi kehidupan masyarakat. Ada yang berpengaruh baik, tetapi ada juga pengaruh buruknya. Apa saja pengaruh globalisasi tersebut? Bagaimana sebaiknya sikap kita menghadapi globalisasi?
             Dengan   belajar   tentang   globalisasi,  diharapkan  kamu   bisa menyebutkan pengaruh globalisasi yang ada di lingkunganmu masing- masing. Selain itu,   kamu   juga   dapat   menyebutkan   budaya-budaya Indonesia   yang   pernah   tampil   di   luar   negeri   sebagai   dampak   dari globalisasi. Kamu juga diharapkan dapat memilih mana produk yang baik sehingga   meningkatkan   kemajuan   dan   dapat   menghindari pengaruh buruk globalisasi

















SK                 :
·         Menunjukkan sikap terhadap Globalisasi di lingkungannya
KD                :
·       Memberikan contoh sederhana pengaruh Globalisasi di lingkungannya
·       Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan Internasional
·       Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya

CONTOH PENGARUH GLOBALISASI DI LINGKUNGAN SEKITAR

KD  I              : - Memberikan contoh sederhana pengaruh Globalisasi di lingkungannya
Indikator          : - Menjelaskan pengertian globalisasi
                          - Mengidentifikasi contoh globalisasi di lingkungan sekitar
                          - Menyebutkan pengaruh positif dan negative globalisasi di masyarakat
                          - Memberikan contoh pengaruh negative di masyarakat
                          - Memberikan contoh pengaruh positif di era globalisasi
Tujuan             : - Siswa dapat menjelaskan pengertian globalisasi
                          - Siswa dapat mengidentifikasi contoh globalisasi di lingkungan sekitar
                                 - Siswa dapat Menyebutkan pengaruh positif dan negative globalisasi
                                di masyarakat
                          - Siswa dapat  Memberikan contoh pengaruh negative di masyarakat
                          - Siswa dapat Memberikan contoh pengaruh positif di era globalisasi

A. Contoh Pengaruh Globalisasi Di Lingkungan Sekitar
1. Pengertian Globalisasi
Globalisasi belum memiliki arti yang pasti. Untuk mengartikannya tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai proses social, proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan Negara di dunia makin terikat satu sama lain.
a.         Globalisasi Adalah bahwa proses globalisasi akan membuat dunia seragam. Dalam artian bahwa proses globalisasi akan menghapus identitas dan jati diri.
b.   Globalisasi Adalah proses menyatunya warga dunia secara umum dan menyeluruh dan menjadi kelompok masyarakat. Dalam hal ini bahwa globalisasi merupakan

     
   perubahan yang berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan dari jaman prasejarah sampai sekarang.

Jadi globalisasi adalah perubahan dari beberapa aspek kehidupan yang meliputi proses sosial, proses sejarah, atau proses alamiah yang dapat menyatukan warga dunia dalam satu bentuk keseragaman.

Ciri yang menandakan berkembangnya Globalisasi :
1)      Meningkatnya masalah bersama , misalnya pada bidang lingkungan hidup
2)      Adanya sikap saling ketergantungan antara satu dengan negara lain terutama di bidang ekonomi
3)      Berkembangnya alat komunikasi yang demikian cepatnya
4)      Peningkatan interaksi kultural (kebudayaan) melalui perkembangan media massa

2. Contoh Perubahan Sosial akibat Globalisasi

Banyak terjadi perubahan sosial akibat globalisasi yang terjadi di lingkungan sekitar , misalnya antara lain :
a)      Makanan
Ø Makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagian besar adalah nasi, meskipun ada juga yang mengkonsumsi berbahan dasar jagung maupun sagu.
Ø Dengan adanya globalisasi, kebanyakan orang cenderung beralih mengkonsumsi makanan yang cepat saji yaitu makanan yang pengolahan dan penyajiannya singkat atau biasa disebut fastfood.
Ø Makanan cepat saji sekarang banyak dan mudah ditemukan. Disamping itu, juga ada makanan yang pembungkusnya menggunakan aluminium foil, biasanya makanan untuk anak – anak. Selain makanan juga ada minuman kaleng, sehingga mudah dan dapat langsung diminum. Contoh makanan yang ada karena globalisasi : pizza, spagheti, burger, donat, steak. Contoh minuman : banyak bermunculan minuman isotonik.

b)      Gaya hidup dan perilaku
Ø Arus globalisasi berdampak pada gaya hidup masyarakat sehari – hari. Gaya hidup tradisional pada era globalisasi mulai ditinggalkan, masyarakat cenderung bergaya hidup modern.
Ø Gaya hidup pada era globalisasi biasanya meniru masyarakat yang ada di negara maju. Masyarakat di negara maju sangat menghargai waktu. Mereka memanfaatkan waktu untuk bekerja, mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Ø Gaya hidup di era globalisasi mengutamakan pendidikan. Pendidikan sangat penting untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Tantangan pada era globalisasi salah satunya adalah kemampuan dibidang IPTEK. IPTEK diperoleh melalui pendidikan setinggi – tingginya. Diharapkan dengan bakat ilmu pengetahuan dan wawasan, masyarakat mampu menghadapi persaingan pada era globalisasi.

Adapun pengaruh terhadap gaya hidup,diantaranya :
a.    Mulai melemahnya kehidupan beragama pada sebagian orang.
b.    Acuh tak acuh dalam hidup kekeluargaan terhadap orang tua.
c.    Mulai berkurangnya rasa hormat kepada orang tua.
d.   Mulai melemahnya rasa kekeluargaan dalam kehidupan masyarakat.

Ø Gaya hidup sederhana, menjunjung tinggi kesopanan, tepo seliro, gotong royong, kekeluargaan, dan masih banyak lagi gaya hidup lain yang diajarkan orang tua kita ataupun nenek dan kakek kita sejak kecil, yang sekarang ini sulit untuk dijumpai.
Ø Budaya yang banyak terlihat saat ini adalah budaya “ semua gue “, hidup boros, dan konsumtif individualis dan hedonis, serta lainnya.
Ø Sebagian orang beranggapan bahwa ketika seseorang berperilaku seperti orang barat maka disebut modern.
Ø Budaya kebarat – baratan disebut westernisasi.
Ø Kita harus dapat memilih dan memilah budaya mana yang harus dicontoh, dan budaya mana yang harus kita tinggalkan

a)      Alat Komunikasi dan Teknologi
            Alat teknologi komunikasi yang didukung sarana dan prasarana yang canggih, membuat orang bisa berkomunikasi dengan mudah dan cepat, misalnya komunikasi melalui satelit serta internet. Alat – alat tersebut telah mempercepat arus globalisasi.
            Komunikasi tidak hanya dapat dilakukan didalam negeri saja tetapi dapat dilakukan dengan orang lain diluar negeri, bahkan di pelosok dunia. Dengan menggunakan satelit dan internet dunia terasa sangat kecil dan jarak antara negara begitu dekat, dan dunia seakan tiada batasnya.
      Demikian juga sarana transportasi yang sudah tersedia dari yang sederhana hingga canggih semakin cepat dan mudah, cepat, praktis, dan aman.Masyarakat 
memakai pesawat terbang, kendaraan darat dan kapal laut, sehingga jarak jauh dapat dijangkau.
Misalnya :
1.    Adanya berbagai HP dengan segala kecanggihan dan kemudahannya misalnya dalam HP terdapat kamera, internet, dll. Memungkinkan seseorang dapat melakukan berbagai aktifitas baik yang bersifat positif atau negatif.
2. Saat ini manusia dapat berkomunikasi dengan cepat melalui telepon, internet, dsb, sehingga seolah – olah dunia menjadi sempit dan tanpa batas.
a)      Cara Berpakaian
Ø Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain untuk penutup aurat dan pelindung tubuh dari panas, dingin, dan hujan, pakaian juga berfungsi sebagai ukuran kesopanan dan status sosial pemakainya.
Ø Dengan adanya globalisasi, trend pakaian yang ada di luar negeri dengan cepat diketahui oleh masyarakat Indonesia.
Ø Arus globalisasi juga berimbas pada mode pakaian remaja. Pakaian remaja mengalami perubahan yang mencolok. Remaja yang masih berpedoman pada budaya timur dianggap kuno atau ketinggalan zaman.

3. Dampak Globalisasi di Masyarakat
3.1 Dampak Positif Globalisasi di Masyarakat
a.       Mudahnya masyarakat memperoleh informasi sehingga masyarakat memiliki wawasan yang lebih luas.
b.      Kemajuan di bidang transportasi dan komunikasi, memudahkan manusia berpergian.
c.       Pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat dalam satu negara berdampak oada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
d.      Meluasnya pasar untuk produk dalam negeri dengan terbukanya peluang ekspor sehingga memperbesar dan menambah tenaga kerja.
e.       Dapat memperoleh lebih banyak modal melalui investor luar negeri sehingga ekonomi dalam negara lebih berkembang.
f.       Majunya dunia kedokteran sehingga meningkatkan harapan hidup manusia.
g.      Adanya kontrol dari dunia Internasional, berdampak pada semakin tingginya upaya penegakkan HAM.

3.2 Dampak Negatif Globalisasi di Masyarakat
a.       Masuknya informasi melalui berbagai media cetak dan elektronik dari luar tidak dapat dibendung dengan mudah sehingga kebiasaan negara barat yang tidak sesuai dengan kebiasaan bangsa Indonesia dapat mempengaruhi kejiwaan generasai bangsa Indonesia.
b.    Sekarang swalayan sudah banyak berdiri bahkan sampai di pedesaan. Dengan adanya pasar swalayan, masyarakat  akan mudah membeli barang-barang yang sangat diperlukan sehingga masyarakat akan mudah membelanjakan uangnya sendiri denganmembeli barang yang tidak diperlukan.

a.       Bentuk lain dari globalisasi adalah televisi. Televisi dapat membawa pengaruh terhadap seseorang. Jika tidak dapat memanfaatkannya dengan baik, orang menjadi malas belajar karena sering ditiru. Misalnya, gaya gulat bebas Smack Down ditiru oleh anak-anak.
b.      Dengan adanya telepon dan Handphone, orang-orang seharusnya senang karena dapat berhubungan dengan saudara/teman di tempat yang jauh. Namun alat komunikasi tersebut dapat dijadikan sebagai alat untuk melakukan tindak kejahatan, seperti teror dan penipuan.
Globalisasi   berkembang   sangat   cepat   dan   sudah   melanda   ke seluruh dunia. Globalisasi sangat memengaruhi tingkah laku kehidupan masyarakat. Kita   tidak   bisa   menolak   pengaruh   globalisasi   dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Apabila bangsa Indonesia menolak, maka   bangsa   Indonesia   akan   semakin   tertinggal   dalam   pergaulan antarbangsa di dunia dan menjadi bangsa yang terbelakang. Namun, kita juga tidak boleh menerima segala hal yang berasal dari luar sebagai sesuatu yang baik bagi bangsa Indonesia. Kita harus bisa lebih selektif dan kritis terhadap pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia. Pengaruh yang masuk akibat globalisasi ada yang berpengaruh positif, tetapi ada pula yang berpengaruh negatif.
Pengaruh   globalisasi   yang   positif   berarti   telah   disaring   oleh Pancasila, sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengaruh yang positif juga dapat membawa kemajuan suatu bangsa. Terhadap budaya asing yang positif kita harus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, sikap etos kerja yang tinggi, menghargai waktu, dan menepati janji.

JENIS BUDAYA INDONESIA YANG PERNAH DITAMPILKAN DALAM MISI KEBUDAYAAN INTERNASIONAL

KD II          : - Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkandalam misi kebudayaan Internasional
Indikator    :   - Menjelaskan  budaya daerah Indonesia
                          - Mengidentifikasi contoh globalisasi di lingkungan sekitar
                            - Mengidentifikasi budaya daerah yang ditampilkan ke luar negeri
Tujuan        : - Siswa dapat menjelaskan budaya daerah Indonesia
                     - Siswa dapat mengidentifikasi contoh globalisasi di     lingkungan sekitar
                        -Siswa dapat mengidentifikasi budaya daerah yang ditampilkan ke luar negeri

B. Jenis Budaya Indonesia yang Pernah Ditampilkan dalam Misi Kebudayaan Internasional
1.  Jenis Budaya Indonesia
       Pengertian budaya secara harfiah berasal dari kata budi dan daya. Budi diartikan sebagai akal dan perasaan untuk menimbang hal yang baik dan yang buruk, Dan daya berarti kemampuan untuk bertindak. Jadi budaya adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya.

       Budaya dapat diartikan sebagai benda- benda atau kegiatan- kegiatan yang diciptakan oleh manusia seperti  perilaku atau tindakan- tindakan manusia, bahasa,, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni.       Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakkan oleh para ahli budaya di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi: bahasa, pakaian, adat, rumah adat, kesenian dan agama.
Indonesia merupakan Negara majemuk yang memiliki beragam corak baik agama, suku bangsa, seni, budaya maupun adat istiadat. Setiap suku bangsa di Indonesia mempunyai kebudayaan sendiri yang berbeda dengann suku lainnya.
       Kesenian Indonesia di dunia internasional dapat dijumpai dalam berbagai bentuk. Ragam budaya bangsa Indonesia yang telah dikenalkan oleh masyarakat luar negeri antara lain:
1.     Tarian daerah seperti  tari kecak dari bali, tari jaipong dari jawa barat telah dikenal oleh masyarakat dunia
2.    Musik gamelan dari bali, jawa, dan sunda telah dikenal diluar negeri bahkan dipelajari oleh masyarakat luar negeri di negaranya masing- masing.
3.    Musik angklung yang dimainkan di luar negeri sebagai salah satu kesenian bangsa Indonesia bahkan menjadi barang kesenian yang diekspor ke luar negeri.

       Misi dari kesenian tersebut sebagai upaya memperkenalkan budaya bangsa Indonesia kepada Negara lain. Selain itu, misi kesenian di internasional bertujuan menarik wisatawan asing berkunjung ke Indonesia.
       Nilai- nilai budaya bangsa Indonesia harus terus dilestarikan. Budaya tersebut merupakan warisan bagi generasi bangsa dimasa yang akan dating. Nilai- nilai budaya menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia.

2. Misi Kebudayaan Internasional
Globalisasi memengaruhi hampir semua bidang yang ada di masyarakat, termasuk di antaranya bidang sosial budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Nilai nilai yang berkaitan dengan apa yang terdapat dalam alam pikiran. Tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian yang merupakan bagian dari kebudayaan. Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu ke seluruh dunia. Awal mula dari persebaran budaya dunia ini dapat ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai tempat di dunia ini. Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan terjadi pada awal abad ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi.


Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antarbangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan. Sebagai suatu bangsa kita juga harus berhubungan dengan bangsa lain yang memiliki budaya yang berbeda. Dengan adanya kerja sama antara negara-negara di dunia maka tidak menutup kemungkinan budaya asing akan masuk ke bangsa Indonesia. Namun, tidak semua budaya asing dapat masuk ke Indonesia, karena masuknya budaya asing harus melewati penyaringan yang ketat. Penyaringan budaya asing yang masuk ke Indonesia adalah dengan didasarkan pada cirri khas kepribadian bangsa yaitu Pancasila. Jika budaya itu sesuai dengan nilai-nilai Pancasila maka budaya asing itu akan kita terima, sebaliknya jika bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila maka akan ditolak. Dengan penyaringan yang ketat ini akan membawa dampak yang positif bagi bangsa Indonesia.

             Meskipun banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia, tetapi bangsa Indonesia juga tidak ketinggalan. Banyak juga barang, jasa, dan budaya Indonesia yang dikirim ke luar negeri. Misalnya kain atau tekstil dan pakaian jadi banyak yang dikirim dan diminati oleh warga asing. Ukir-ukiran dan berbagai jenis patung juga banyak yang telah diekspor ke luar negeri. Selain barang dan jasa, banyak juga budaya terutama budaya seni Indonesia yang telah tampil di luar negeri dalam rangka misi kebudayaan internasional. Kegiatan ini juga dapat mempererat kerja sama antarbangsa sehingga meningkatkan persatuan dan kesatuan seluruh bangsa-bangsa di dunia.
Keuntungan yang diperoleh dari kerja sama tersebut banyak sekali. Adapun keuntungan yang diperoleh bagi negara Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Kebudayaan Indonesia akan lebih dikenal di negara lain.
2. Mempererat hubungan dengan negara lain yang ada di permukaan bumi.
3. Indonesia diakui sebagai negara yang memiliki kesenian dan kebudayaan tinggi.
Keuntungan tersebut dirasakan juga oleh negara lain yang mengadakan hubungan kerja sama kebudayaan dengan negara Indonesia. Kesenian Indonesia di dunia internasional dapat dijumpai dalam berbagai bentuk. Ragam budaya bangsa Indonesia yan telah dikenal oleh masyarakat luar negeri, antara lain sebagai berikut :
1. Tarian daerah, seperti tari kecak dari Bali, tari jaipong dari Jawa Barat telah dikenal oleh masyarakat dunia.
2. Musik gamelan dari Bali, Jawa, dan Sunda telah dikenal di luar negeri bahkan dipelajari oleh masyarakat luar negeri di negaranya masing-masing.
            3. Musik angklung yang dimainkan di luar negeri sebagai salah satu kesenian dari bangsa Indonesia             bahkan menjadi barang kesenian yang diekspor ke luar negeri

4. Batik sebagai hasil karya kerajinan tangan bangsa Indonesia banyak digemari pasar dunia.
5. Benda-benda pahat, seperti patung dari Bali dan Suku Asmat menjadi barang yang diminati turis asing sebagai cinderamata. Kesenian dan benda-benda hasil budaya tersebut memiliki nilai seni tinggi. Oleh karenanya, banyak dicari para wisatawan domestik maupun mancanegara.

- Budaya Indonesia dalam misi kebudayaan Internasional
Berikut ini contoh beberapa tim kesenian yang tampil di tingkat internasional.

1. Kelompok kesenian Bougenville yang berasal dari Kalimantan Barat diundang ke Madrid, Spanyol. Pada 21 sampai 28 Oktober 2003, kelompok kesenian Bougenville ini tampil untuk mengikuti Festival Asia. Pertunjukkan kesenian Melayu mereka yang dipadu dengan kesenian Dayak mendapat sambutan yang meriah. Kegiatan ini dapat meningkatkan kerja sama kebudayaan antara kedua negara.
2. Grup seni tradisional Indonesia, Nanglang Danasih, tampil di Roma, Italia. Grup ini tampil dalam festival seni internasional dan meraih dua juara. Kegiatan ini untuk memperkenalkan kesenian di kalangan masyarakat internasional.
3. Tim kesenian Sumatra Selatan ke Malaysia. Grup ini tampil dalam acara festival Gendang Nusantara 10 - 15 April 2003. Mereka mewakili Indonesia. Acara ini yang juga diikuti oleh utusan negara-negara tetangga kita.
4. Tim kesenian Bali ke Chili dan Peru. Dalam rangka memenuhi undangan KBRI Tim dari pulau Dewata ini menampilkan tari Saman (Aceh), tari Maengket (Sulawesi), dan sejumlah tari Bali. Pementasan ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dan dapat memberikan informasi tentang Indonesia.
6. Wayang Kulit Ki Manteb Sudarsono dalang wayang kulit dari kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah go internasional. Karena Ki Manteb menerima penghargaan UNESCO Award yang diserahkan langsung di Paris, Prancis. Sebelumnya UNESCO lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan telaah terhadap kesenian wayang, termasuk mempelajari penelitian dari komunitas dalang Indonesia. Ki Manteb Sudarsono yang terkenal dengan sabetannya menampilkan kepiawaiannya mendalang di beberapa negara di Eropa. Cerita yang disajikan yaitu Dosumuko Leno, Sesaji Raja Suya, dan Begawan Ciptoning. Perlengkapan mendalang meliputi wayang kulit satu kotak, gamelan, pengrawit (penabuh gamelan) Wiro Sworo dan Swarowati serta kelir dan gedebog (batang pisang).
5. Tim kesenian Jaipong dan Rampak Gendang ke Irak. Tim kesenian Indonesia untuk kesekian kalinya tampil dalam Festival Internasional Babylon. Para duta budaya ini mampu membuat para penonton yang memenuhi teater Babylon yang dapat membuat 15.000 orang, terpesona dengan goyangan para penari Jaipong dan bunyi gendang rampak yang dinamis. Mereka juga terkesan dengan bagian dalam memeriahkan festival kebudayaan internasional di India. Atas undangan Indian Council For Cultural Relations Ministry External Affairs (ICCR). Tim kesenian Indonesia tampil memukau ribuan penonton. Dalam pementasan, tersebut, duta seni dari Bali mendapat perhatian dari masyarakat di sana.


7. Tarian Adat, setiap daerah mempunyai berbagai macam tarian yang disebut tarian adat. Dari Jawa Barat misalnya terdapat tari Jaipong, tari Topeng, Jawa Tengah terdapat tari gambyong, Bali ada tari Lengong, Sumatra Utara terdapat tari Perang, Jawa Timur mempunyai tari Ngremo, Aceh mempunyai tari Seudati, dan daerah khusus ibu kota Jakarta terdapat tari Ronggeng. Dari sekian banyak tarian adat di daerah di seluruh Indonesia pernah tampil di negara Yunani yang dipimpin oleh Indrawati Lukman pimpinan Studio Tari Indra (STI) dari Bandung, Jawa Barat. Setelah mengisi panggung hiburan Yunani, rombongan kesenian dari Indonesia itu juga tampil di Italia. Pimpinan rombongan berpendapat dengan adanya misi kebudayaan diharapkan dapat meningkatkan citra Indonesia di bidang pariwisata, sehingga Indonesia tetap eksis dan lebih dikenal di luar negeri dan pada akhirnya dapat dijadikan alat penambah devisa negara



8. Alat Musik Daerah
a. Angklung
Setiap daerah di Indonesia mempunyai alat musik sendiri-sendiri, misalnya alat musik angklung berasal dari Jawa Barat. Cara menggunakan angklung adalah dengan digoyang-goyangkan.
b. Gamelan 
Alat musik gamelan banyak terdapat di daerah Jawa Tengah, Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Jenis alat musik gamelan dibuat dari bahan kuningan atau perunggu. Gamelan terdiri atas seperangkat gamelan antara lain bonang, kenong, demung, gender, saron, gong, dan ada salah satu alat gamelan yang dibuat dari bambu yang disebut gambang. Gamelan menonjolkan adanya perkembangan kebudayaan, khususnya kesenian wayang, baik wayang 

kulit atau wayang golek dan karawitan. Ternyata alat musik gamelan tidak hanya terdapat di daerah-daerah tertentu saja di Indonesia, tetapi alat music gamelan sudah dimiliki oleh bangsa-bangsa manca negara, misalnya bangsa Belanda memiliki dan menguasai permainan musik gamelan.

SIKAP TERHADAP PENGARUH GLOBALISASI YANG TERJADI  DI LINGKUNGAN SEKITAR

KD III           : - Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya
Indikator      :   - Mengidentifikasi sikap dan perilaku masyarakat Indonesia
Tujuan          : - Siswa dapat mengidentifikasi sikap dan perilaku masyarakat Indonesia

C. Sikap terhadap Pengaruh Globalisasi yang Terjadi  di Lingkungan Sekitar
            Globalisasi berkembang sangat cepat dan sudah melanda ke seluruh dunia. Globalisasi sangat mempengaruhi tingkah laku kehidupan masyarakat. Kita tidak bisa menolak pengaruh globalisasi dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Apabila bangsa Indonesia menolak, maka bangsa Indonesia akan semakin tertinggal dalam pergaulan antarbangsa di dunia dan menjadi bangsa yang terbelakang. Namun, kita juga tidak boleh menerima segala hal yang berasal dari luar sebagai sesuatu yang baik bagi bangsa Indonesia. Kita harus bisa lebih selektif dan kritis terhadap pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia. Pengaruh yang masuk akibat globalisasi ada yang berpengaruh positif, tetapi ada pula yang berpengaruh negatif.


            Pengaruh globalisasi yang positif berarti telah disaring oleh Pancasila, sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.Dengan pengaruh yang positif juga dapat membawa kemajuan suatu bangsa. Sedangkan pengaruh negatif dari globalisasi berarti tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, sehingga tidak perlu kita terapkan melainkan harus kita 





hindarkan, karena dapat merusak bahkan membawa pengaruh yang lebih buruk bagi perkembangan bangsa. Meskipun globalisasi terus berjalan kita tidak harus selalu mengikuti.
            Untuk dapat menyikapi globalisasi yang terus berkembang dengan pesat yaitu :
a.       Membentengi diri kita dengan agama karena dapat mengendalikan diri kita dari segala pengaruh.
b.      Ikut berperan dalam kegiatan organisasi keagamaan dalam mengatasi perubahan.
c.       Belajar dengan giat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat berperan maksimal dalam menjalani era globalisasi.
d.      Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.
e.       Mencintai kebudayaan bangsa sendiri dari pada kebudayaan asing.
f.       Melestarikan budaya bangsa dengan mempelajari dan menguasai kebudayaan tersebut baik seni maupun adat istiadatnya.

a.       Memilih informasi dan hiburan dengan selektif agar menjaga dari pengaruh negatif.
b.      menjauhi kebiasaan buruk gaya hidup dunia barat yang bertentangan nilai dan norma yang berlaku seperti meminum minuman keras, menggunakan narkotika dan obat- obatan terlarang, dan pergaulan bebas.
            Dengan hal-hal tersebut diharapkan kita sebagai warga negara Indonesia dapat menyikapi dampak negatif dari globalisasi. Selain itu, agar kita tetap memiliki kepribadian sebagai bangsa Indonesia, kita perlu mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Pancasila merupakan cerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang dapat diterima oleh semua kalangan. Nilai-nilai Pancasila yang kita amalkan dapat mencegah pengaruh negatif dari globalisasi.
            Contoh budaya asing yang harus kita tolak antara lain gaya hidup hedonistik (hidup berhura-hura), sikap atheis (tidak mengakui Tuhan), berpakaian yang sangat terbuka, gaya
berpenampilan, individualistik, mabuk-mabukan, dan berjudi. Sebaliknya, terhadap budaya asing yang positif kita harus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, sikap etos kerja yang tinggi, menghargai waktu, dan menepati janji.
            Dengan demikian, dalam era globalisasi ini masyarakat mempunyai banyak pilihan. Masyarakat bebas memiliki apapun sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Masyarakat di era globalisasi cenderung melihat kemajuan dari hal keduniawian. Sikap masyarakat saat ini sedikit demi sedikit bergeser dari kebiasaan gotong royong dan saling membantu ke arah mementingkan kepentingan diri sendiri.

Gaya hidup masyarakat yang cenderung menonjolkan diri dan cenderung selalu ingin
berbeda dengan kebiasaan di masyarakat. Meskipun demikian, dampak globalisasi, baik yang negatif maupun yang positif tidak dapat dicegah. Tidak satupun bangsa di dunia ini mampu mencegah pengaruh globalisasi. Jika suatu bangsa menolak globalisasi, mereka akan jauh tertinggal dan terbelakang. Menolak globalisasi berarti menolak kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Oleh sebab itu, masyarakat harus mampu memilih hal positif dari globalisasi.

Ringkasa 
  Globalisasi dapat dipandang sebagai suatu proses, baik proses  sosial,   sejarah ataupun   alamiah   yang   menyebabkan   seluruh bangsa di dunia menjadi terikat.
§       Globalisasi membawa pengaruh baik dan buruk bagi masyarakat Indonesia.
     a.    Pengaruh baik globalisasi, misalnya masyarakat mendapatkan
           kemudahan dalam bidang transportasi dan komunikasi.
     b.    Pengaruh buruk globalisasi, misalnya masuknya budaya asing
           seperti   pergaulan   bebas,   penyalahgunaan   narkoba,   dan
           tindakan kekerasan.
§                          Untuk mempererat kerja sama dan meningkatkan persatuan dan kesatuan dengan   negara-negara   di   dunia   maka   diadakan pertukaran budaya. Kebudayaan Indonesia juga banyak yang tampil di luar negeri.
§       Sikap   yang   kita   tunjukkan   dalam   menghadapi   globalisasi yang berkembang   dengan   pesat   adalah   dengan   pengendalian   diri  berdasarkan ilmu-ilmu agama dan nilai-nilai Pancasila.





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar